PENYELESAIAN SENGKETA POLIGAMI DALAM MASYARAKAT PATANI SELATAN THAILAND (Studi Kasus di Majelis Agama Islam Patani Selatan Thailand)

  • Evriza Noverda Nasution staidarularafah.ac.id

Abstrak

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengguna pendekatan kualitatif, ditujukan untuk menjelaskan serta menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan di Majelis Agama Islam Patani Selatan Thailand yang menjadi sumber untuk memperoleh informasi. Adapun kesimpulan dan saran- sarannya sebagai berikut : Poligami diartikan kepada perkawinan di antara seorang laki-laki dengan banyak wanita dalam waktu yang sama. Pengertian yang berlaku umum sekarang dalam masyarakat kita, poligami diartikan dengan kawin lebih dari satu. Poligami menurut para ulama dan ahli fiqih adalah boleh, dengan syarat tidak melebih dari empat orang dan jika melebih dari empat orang, maka hukumnya haram. Dalam Keadaan darurat, Islam membolehkan poligami, akan tetapi tidak dengan saja, ada syarat-syarat dan ketentuannya yang telah di tentukan didalam hukum yang wajib untuk dipenuhi oleh orang yang berpoligami. Masyarakat Patani Selatan Thailand memahami orang yang mampu adalah secara material, yakni orang yang mempunyai banyak harta. Keadilan material yang merupakan syarat pokok yang harus dimiliki oleh orang yang berpoligami, namun Keadilan moral atau mental, yang merupakan syarat pelengkap, itu adalah suatu hal yang berat untuk dipenuhi. Dalam poligami masyarakat Patani Selatan Thailand terdapat nilai positif, akan tetapi banyak nilai negetifnya. Nilai positif yang dimaksud seperti mendapatkan keturunan bagi orang yang berpoligami atas dasar isterinya mandul, sedangkan dampak negatifnya antara lain kebutuhan lahir batin para isteri tidak dapat dipenuhi dengan baik.

Diterbitkan
2020-07-02
Bagian
Articles