TALAK TIGA SEKALIGUS (Analisis Fatwa MPU Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Talak Tiga)

  • Sajeli Rais staidarularafah.ac.id

Abstrak

Kehidupan berumah tangga tidak selamanya berjalan dengan harmonis, adakalanya terdapat masa-masa dan situasi yang tidak mampu bagi mereka untuk mempertahankan pernikahannya. Talak diakui dalam ajaran Islam sebagai jalan terakhir keluar dari kemelut rumah tangga bagi pasangan suami-isteri, dimana kedua belah pihak atau salah satunya akan mendapat mudharat bila tidak dilakukan. Dengan kata lain, talak baru diperbolehkan jika tidak ada jalan lain, atau dapat menimbulkan dampak negatif yang besar dalam membina rumah tangga. dalam penelitian ini metode analisis yang penulis gunakan adalah deskriptif analisis, yaitu suatu metode yang bertujuan memusatkan pada pembahasan dan pemecahan masalah serta membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat dan hubungan antara fenomena yang diselidiki secara objektif. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah MPU Aceh membuat Fatwa Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Talak Tiga dengan tujuan agar masyarakat tidak menggunakan hak talaknya dengan semena-mena, sekaligus untuk meredakan keresahan serta menjawab kesimpangsiuran pandangan atau paham yang terjadi pada masyarakat Aceh terutama pendapat- pendapat yang tajam dalam memahami hukum talak tiga sekaligus. Masyarakat dapat memilih hukum yang diberikan oleh MPU Aceh atau Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam dalam memutuskan masalah talak tiga sekaligus. Secara umum, tidak ada dampak dari fatwa MPU Aceh terhadap putusan Mahkamah Syar’iyah, hakim dalam memutuskan perkara talak tiga sekaligus tidak berpegang pada fatwa MPU Aceh tetapi hakim tetap berpegang pada KHI sebagai landasannya yaitu tetap jatuh satu. Karena fatwa MPU Aceh bersifat doktrin maka hakim Mahkamh Syar’iyah tidak terikat dan bebas dalam memilih sumber hukum, perkara talak tiga sekaligus yang diajukan kemahkamah syar’iyah diproses sesuai dengan aturan yang telah dibuat. Sedangkan dampaknya untuk masyarakat akan terjadi kekacauan, karena ada dua pendapat dimana pendapat pertama jatuh talak satu sesuai dengan KHI sedangkan pendapat yang kedua jatuh talak tiga sesuai dengan MPU. Sedangkan dampak fatwa bagi masyarakat akan terjadi kekacauan dan masyarakat juga akan bingung dalam memilih hukum talak tiga sekaligus, karena ada dua pendapat yang mengatur masalah talak tiga sekaligus.

 

Diterbitkan
2020-07-02
Bagian
Articles