KEWAJIBAN PENGEMBALIAN MAHAR BERGANDA KARENA PEMBATALAN KHITBAH DALAM PANDANGAN ISLAM (Analisis terhadap Persepsi dan Praktek Masyarakat KutaBaro Aceh Besar)

  • Indra Bachri staidarularafah.ac.id

Abstrak

Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua makhluk-Nya, baik pada manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Ia adalah suatu cara yang dipilih oleh Allah SWT, sebagai jalan bagi makhluk-Nya untuk berkembang biak dan melestarikan hidupnya. Para ulama Hanabilah berpendapat bahwa sebelum akad nikah, si lelaki bolehmemintanya kembali atau dikembalikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui praktek pengembalian mahar karena pembatalan khitbah pada masyarakat Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, untuk mengetahui pandangan Islam terhadap praktek pengembalian mahar karena pembatalan khitbah pada masyarakat Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek pengembalian mahar karenapembatalan khitbah pada masyarakat Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar dilakukan dengan mengembalikan mahar atau pemberian yang tujuannya untuk mahar dua kali lipat (ganda) yang pernah diberikan oleh calon mempelai laki-laki ketika mengkhitbahnya. Dikembalikannya mahar dua kali lipat atau ganda ini apabila pembatalan khitbah itu dilakukan oleh pihak calon mempelai perempuan. Jika pembatalan khitbah itu dilakukan oleh pihak calon mempelai laki-laki maka pemberian tersebut hangus atau tidak dapat diambil kembali.

Diterbitkan
2020-07-02
Bagian
Articles