EFEKTIVITAS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA TANJUNG BALAI TENTANG PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA PERCERAIAN

  • Riri Silvia staidarularafah.ac.id

Abstrak

Salah satu hak anak yang sangat penting untuk dipenuhi oleh orangtuanya adalah hak nafkah. Pemenuhan hak nafkah anak, merupakan bentuk perwujudan dari tujuan pernikahan, sebagai media ampuh yang berperan untuk melindungi keturunan. Dalam penulisan ini penulis menggunakan jenis penulisan sosio-legal research yakni penulisan sosial tentang hukum, suatu penulisan yang bersifat menempatkan hukum sebagai gejala sosial. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui hukum kewajiban nafkah anak pasca perceraian, memahami dan menganalisa yang berkaitan dengan kewajiban terhadap nafkah anak pasca perceraian, untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap putusan hakim tentang efektivitas pemenuhan nafkah anak pasca putusnya perkawinan karena perceraian di Pengadilan Agama Tanjung balai, untuk mengetahui upaya yang harus ditempuh untuk memaksa ayah melaksanakan kewajiban memberi nafkah anak pasca perceraian. Hasil penulisan ini yaitu Efektivitas pemenuhan nafkah anak pasca putusnya perkawinan karena perceraian di Pengadilan Agama Tanjungbalai ini penulis nyatakan tidak efektiv bila sesuai dengan yang terjadi dimasyarakat sedangkan dari sudut pandang Pengadilan Agama Tanjung Balai menyatakan efektiv dengan tidak adanya pihak yang keberatan terhadap putusan tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tidak terlaksananya putusan ini, Pertama: tingkat tanggung jawab mantan suami dan kesadaran hukum dimasyarakat minim sehingga lemahnya hukum diIndonesia khususnya dalam bidang hukum keluarga.

Diterbitkan
2020-07-02
Bagian
Articles