MATERI KHUTBAH NIKAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMAHAMAN HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI (Studi Kasus di Masjid Raya Kecamatan Kutalimbaru Deli Serdang)

  • Usman Betawi staidarularafah.ac.id

Abstrak

Perkawinan akan menimbulkan hak dan kewajiban timbal balik antara suami isteri. Tetapi perkawinan bukanlah semata-mata perhitungan hak dan kewajiban. Perkawinan juga berisi kasih sayang, saling memberi dan menerima. Perkawinan bertujuan bukan saja untuk hidup dalam pergaulan yang sempurna dalam mengatur rumah tangga yang diliputi oleh rasa kasih sayang dan saling cinta-mencintai, tetapi terutama sebagai suatu tali yang amat teguh dalam memperkokoh tali persaudaraan antara kaum kerabat si suami dan kaum kerabat si isteri. Jenis penelitian yang digunakan yaitu, penelitian hukum sosiologis. Penelitian hukum sosiologis adalah suatu kerangka atau cara penelitian yang mempelajari pengaruh hukum terhadap masyarakat dan sebagainya dengan pendekatan dari hukum ke masyarakat. Setiap khutbah nikah yang disampaikan oleh khatib pada acara perkawinan isinya berbeda antara khutbah nikah yang satu dengan khutbah nikah yang lainnya. Dengan demikian, pesan-pesan yang didapatkan oleh informan yang satu dengan informan yang lainnya tentu saja berbeda. Isi materi khutbah nikah yang disampaikan oleh khatib pada pernikahan yang penulis ikuti keseluruhannya ada membahas tentang hak dan kewajiban suami isteri. Isi materi khutbah nikah tersebut di antaranya yaitu, kewajiban suami memberi nafkah lahir dan batin kepada isteri dan kewajiban isteri taat dan patuh kepada suami, bergaul dan memperlakukan pasangan dengan baik, menjaga hubungan baik dengan keluarga besar pasangan masing-masing, keseimbangan dan kesetaraan kedudukan suami isteri dalam rumah tangga, kebolehan isteri dalam mencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga, menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya, membiasakan melakukan perbuatan yang baik dalam hidup berumah tangga agar dapat dijadikan contoh bagi keluarga yang lain, suami merupakan kepala keluarga dan isteri merupakan wakil kepala keluarga, dan membina komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Walaupun ada beberapa khutbah nikah yang hanya menyampaikan tentang hak dan kewajiban suami isteri secara singkat. Sebagian besar informan yang telah penulis wawancarai mengatakan bahwa mereka mendapatkan dan merasakan peningkatan pemahaman tentang hak dan kewajiban suami isteri dengan adanya khutbah nikah. Peningkatan pemahaman yang dirasakan oleh para informan berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan informan yang satu memiliki perbedaan pengetahuan dengan informan yang lainnya, dan dikarenakan khutbah nikah yang satu dengan khutbah nikah yang lainnya belum tentu sama isi materi yang disampaikan tentang hak dan kewajiban suami isteri. Beberapa peningkatan pemahaman yang mereka rasakan yaitu, peningkatan pemahaman dalam hal kerjasama suami isteri dalam rumah tangga, keduanya aktif berperan dalam rumah tangga, mengenai kebolehan isteri membantu suami dalam mencari nafkah, keseimbangan kedudukan antara suami isteri dalam rumah tangga, dan lain sebagainya.

Diterbitkan
2018-07-02
Bagian
Articles